Cerita Tentang Reuni

One funny thing about reunion is that you see someone new. Padahal itu orang yang sama yang lo kenal bertahun-tahun lalu, yang main sama lo, yang berantem, musuhin geng lain, dapet ranking, dan duduk sebangku sama lo. Setelah tahun-tahun berlalu, mereka menjelma jadi gadis-gadis muda cantik dengan sedikit raut SD/SMP/SMA yang familier, dengan pembawaan yang berbeda, dengan gaya busana yang berbeda. They grow up, as what happens to you.

Advertisements

And so we talked all night about the rest of our lives
Where we’re gonna be when we turn 25
I keep thinking times will never change
Keep on thinking things will always be the same

Penggalan lirik di atas diambil dari lagu Graduation-nya Vitamin C, sebuah lagu yang populer buat High School students di USA pas hari kelulusan mereka. Well, jaman gue lulus SMA pun lagu ini jadi semacam soundtrack wajib sih, karena liriknya sangat relevan dengan keadaan waktu itu.

“Graduation” kembali terputar di otak gue minggu ini, saat dua reuni dengan teman-teman masa kecil diadakan mumpung long weekend. Reuni pertama adalah reuni yang gagal gue datengin karena urusan kuliah. Reuni ini sama geng-gong gue di kelas 2I SMP Negeri 5 Bandung: Manda, Nindy, Fanny, harusnya tambah Afish sama Tanita. Reuni kedua adalah reuni mendadak yang terjadi dengan “perencanaan” sehari sebelumnya sama salah satu bagian geng 4Animals gue waktu di SD Banjarsari, Sasfia aka Sapy. (bytheway, yaya nama geng SD gue alay super duper ngaco, meenn anak SD gitu!). Kalo 4Animals lengkap, harusnya ada Nindy sama Agustina juga.

No more hanging out cause we’re on a different track
And if you got something that you need to say
You better say it right now cause you don’t have another day
Cause we’re moving on and we can’t slow down
These memories are playing like a film without sound
And I keep thinking of that night in June
I didn’t know much of love
But it came too soon

One funny thing about reunion is that you see someone new. Padahal itu orang yang sama yang lo kenal bertahun-tahun lalu, yang main sama lo, yang berantem, musuhin geng lain, dapet ranking, dan duduk sebangku sama lo. Setelah tahun-tahun berlalu, mereka menjelma jadi gadis-gadis muda cantik dengan sedikit raut SD/SMP/SMA yang familier, dengan pembawaan yang berbeda, dengan gaya busana yang berbeda. They grow up, as what happens to you.

Reuni selalu menyenangkan karena lo bisa catch up satu sama lain. Meskipun gue ga dateng reuni 2I, gue kebayang banget Nindy cerita tentang kuliah dia di Hukum UNPAD, padahal dulu gue inget waktu SMP, nyokapnya yang notaris bilang Nindy jangan masuk hukum. Fanny pasti cerita tentang kehidupan dia setelah jadi Sarjana Manajemen dari SBM ITB (gila ga kerasa temen gue udah sarjana), dan Manda yang sekarang kuliah Manajemen juga di Unpar. Sama halnya dengan reuni gue dengan Sapy yang sekarang kuliah di Kedokteran UNPAD. Dan gue yang sekarang kuliah di Teknik Kimia ITB.

Meet Fanny (in black), Manda (in white), and Nindy (in blue)

And there was me and you
And then we got real blue
Stay at home talking on the telephone
And we would get so excited and we’d get so scared
Laughing at ourselves thinking life’s not fair
And this is how it feels

Reuni adalah saat langka dimana lo bisa mengetahui kehidupan orang yang sebelumnya selalu konstan ada di kehidupan lo. It’s like they appear out of thin air. Sebelumnya lo selalu tau siapa gebetan terbaru mereka, karena jaman SD-SMP dulu girl gang lo pasti nelfon berjam-jam cerita tentang si cowok X. Lucu kalo dipikir-pikir dulu gue pernah suka sama seorang cowok selama 7 tahun, semua girl gang gue bilang udah lepasin aja, tapi gue bersikeras ga akan pernah bisa lupain dia sampe kapan pun. Sekarang gue kalo ketemu cowok ini biasaaa banget, gue bisa nyapa dia dengan santai kayak ga pernah ada rasa, padahal dulu ketemu dan disapa 5 detik aja bisa bikin gue senyum sehari kayak orang gila.

Lucu saat gue inget Sapy dulu pernah pacaran sama seseorang waktu kelas 2 SMP. Lucu saat gue diceritain mantan-mantannya yang ternyata sekarang udah jadi begini dan begitu. Ada yang bener, ada yang ga bener. Begitu juga yang selalu terjadi saat gue reunian sama Manda beberapa bulan lalu. Bisa dibilang gue adalah ensiklopedi berjalan yang hafal semua cerita tentang pacar-pacarnya, dan begitu juga dia yang hafal semua cerita tentang semua cowok yang pernah singgah di kehidupan percintaan gue.

Reuni membuat lo sadar betapa waktu berjalan sangat cepat. Sekarang Sapy udah nyusun skripsi tentang Public Health dan Maret Insya Allah akan co-ass. Tanpa terasa gue Insya Allah lulus tahun depan padahal rasanya baru kemaren lulus ujian masuk ITB. Adik-adik Sapy dan Agustina yang dulu masih anak kecil kelas 2 SD saat kami petantang-petenteng dengan seragam SMP, sekarang udah tumbuh jadi anak SMA, padahal rasanya masa SMA baru gue tinggalin beberapa waktu lalu.

So if we get the big jobs
And we make the big money
When we look back now
Will our jokes still be funny?
Will we still remember everything we learned in school?
Still be trying to break every single rule
Will little brainy Bobby be the stockbroker man?
Can Heather find a job that won’t interfere with her tan?
I keep, keep thinking that it’s not goodbye
Keep on thinking it’s a time to fly
And this is how it feels

Reuni membuat lo sadar kalo lo sudah akan sedang menjadi orang dewasa. Temen-temen gue yang dulu disetirin emak bapaknya sekarang udah bawa mobil sendiri. Pembicaraan kita beralih dari sekedar siapa gebetan saat ini sampe hubungan serius: tunangan, pernikahan. Kita mulai membicarakan tentang kriteria suami idaman, betapa pacaran sekarang gak semudah dulu dimana requirementnya cuma saling cinta. Cerita-cerita mulai mengarah ke perencanaan masa depan. Mau kerja dimana, mau lanjut S2 dimana, mau nikah umur berapa, bahkan mau punya anak berapa dan apakah mau jadi wanita karir atau ibu rumah tangga aja.

Meet me and Sapy (now with hijab)

Reuni adalah saat dimana lo melakukan refleksi diri, dan merasa sangat beruntung lo punya temen-temen untuk berbagi. Orang-orang yang menjadi saksi perkembangan lo dari kecil sampe sekarang dan melalui semua fase kehidupan yang lo rasakan bersama-sama. Reuni membuat gue bersyukur mereka masih ada untuk gue, bersama-sama saling menguatkan dalam melalui masa krisis twentysomething ini. Dengerin cerita anak-anak berprestasi ini membuat gue selalu terpacu untuk maju dan melakukan yang terbaik untuk meningkatkan kualitas diri. Dan untuk semua itu, gue sangat bersyukur. Alhamdulillah.

As we go on
We remember
All the times we
Had together
And as our lives change
Come whatever
We will still be
Friends Forever

Author: mfaradina

An Indonesian. A reliable realist outside yet a romantic dreamer at heart.

2 thoughts on “Cerita Tentang Reuni”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s