The Encounter with Iwan Setyawan (9 Summers 10 Autumns)

“Lu kerja jadi korporat, tapi at the end of the day lu pengen dapet kebebasan, something that’ll make ur life beautiful. Something that’ll make your life meaningful.”

Advertisements

First thing first, gue harus berterimakasih sama Vergi yang secara tiba-tiba nawarin gue buat jadi LO mas Iwan di acara StudentsxCEOs Summit. Sebagai anak SxC chapter Bandung, gue punya privilege buat dapet akses ke semua acara SxC Summit termasuk jadi LO buat pembicara seminar atau CEO Talks. HAHA 😀 Buat yang belum tau, Mas Iwan ini penulis buku 9 Summers 10 Autumns, where he told his success stories dari anak supir angkot di Batu, Malang sampe bisa kerja di Nielsen New York City. Freaking cool, rite??

Kesan pertama yang gue tangkep dari Mas Iwan adalah…orangnya asik dan fashionable. Meskipun baru ketemu, I feel like I can talk about everything gitu. Acaranya ngaret (which he was strongly disappointed about)

Tweet
…tapi sisi positifnya adalah gue jadi punya banyak waktu buat ngobrol sama dia. Haha! 😀

As an anak super labil galau tingkat akhir, it’s really nice to share with someone like Mas Iwan. He criticize anak muda Indonesia yang katanya ‘alay’ (bikin acara aja telat!) dan lack of passion buat nulis dan baca (pas di seminar dia nanya, “Udah pernah baca Pramoedya Ananta Toer? Idrus? Dostoyevsky?” and none of the audience raised their hands). Baca, he said, and somewhere along the line of “Even when you want to be a CEO, lu harus punya hati. Baca itu bikin lu punya empati”.

I told him about how it’d be very hard for me to leave Bandung and work somewhere far from home. His response? “Ninggalin kehidupan normal emang susah. Tapi kalo lu ga mau susah, lu ga akan maju-maju. Saat lu udah ninggalin kehidupan normal, lu akan jauh lebih menghargai semua itu, bahkan sampe hal-hal kecil. Kalo lu udah berdarah-darah ngelakuin semua yang bisa lu lakuin, baru lu bisa ultimately ngerasa puas. Hasil udah ga penting lagi. Anak-anak sekarang maunya instan, cepet dapet kerja, cepet kaya, tapi terus buat apa? Terus lu mau ngapain?”

JEGER.

Gue lanjut dengan nanya kenapa sih dia meninggalkan kehidupan di New York City dan milih untuk balik ke Indonesia? Ini salah satu jawaban dia yang paling gue suka.

Lu kerja jadi korporat, tapi at the end of the day lu pengen dapet kebebasan, something that’ll make ur life beautiful. Something that’ll make your life meaningful.

:O

Banyak banget kata-kata dia yang rasanya pengen gue quote-in semuanya terus tulis di tumblr, haha. Tapi se-ngena itu loh ngobrol sama dia, bikin gue mikir apa sih yang gue cari di hidup gue? Apa sih yang mau gue lakuin? Emangnya hidup gue mau dibawa kemana?

“Lu boleh aja ngerencanain hidup lu, bagus justru. Tapi di tengah perjalanan itu pasti aja ada hal-hal yang emang ga bisa lu rencanain. Lu pengen lurus taunya belok, tapi toh bisa aja taunya sampe di tempat yang lebih baik. Hidup itu penuh hal-hal yang ga bisa diprediksi, yang penting lu harus selalu sigap untuk grab semua opportunity yang muncul”

 

LO-ing!
LO-ing!

 

“Gue aja dapet kerjaan lu tau ga caranya gimana? Ngobrol pas lagi makan pecel lele pinggir jalan. Itu asal mula gue bisa ke New York. Lu harus berani bermimpi, tapi lu jangan diem doang. Tiap hari lakukan sesuatu, even small steps, yang bisa bikin lu get closer to that dream. What do I do? Setiap sebelum gue tidur, gue selalu contemplate dulu apa sih yang udah gue lakuin hari ini? Apakah gue udah melakukan sesuatu yang lebih baik? Jadi lu ga menghabiskan 1 hari pun dengan sia-sia”

Gue kemudian cerita pas ditanya tentang cita-cita gue. Gue bilang pengen jadi CEO. Gue pengen jadi orang ‘besar’, orang ‘berpengaruh’, orang ‘sukses’. Respon dia, lagi-lagi, bikin gue mikir.

“To think about it, kenapa ya anak-anak sekarang banyak banget kalo ditanya maunya jadi apa? ‘Gue mau jadi CEO’. Mungkin ini efek social construction di negara kita tuh mindsetnya ‘sukses’ cuma diukur dari materi. Sekarang lu jadi CEO nih, kalau bukan di perusahaan besar pun orang masih ga menganggap lu se-‘wah’ itu. Kalo udah jadi CEO di perusahaan besar X, baru semua orang liat lu. Buat gue ya, misalnya lu cewek, dan lu bilang cita-cita pengen jadi ibu yang baik yang bisa ngurus anak dengan bener dan menjadikan mereka anak-anak hebat yang berprestasi, dan lu melakukan itu sepenuh hati, itu sukses besar. Apa yang salah dengan bercita-cita se-mulia itu?”

JEGER.

Oh ada lagi nih yang bikin gue mikir (lagi). Aduh ngobrol sama Mas Iwan bikin gue banyak banget refleksi diri. Dia bilang gini:

“Gue sekarang lagi against gerakan positive thinking. FUCK, POSITIVE THINKING IS A DENIAL. Kalo lu gagal, you breath, bilang ‘That’s okay, think positive, bla bla”. Fuck that. Lu gagal, say that the only person I have to blame is myself. Lu caci diri lu sendiri, that what you’ve done is not enough. Karena dengan ngehina diri sendiri baru lu bisa ngerasa terpacu. Lu putus sama orang, ‘Think positive, mungkin dia bukan yang terbaik buat gue…’. Fuck. It freaking hurts. You’re not fucking okay. HAHA kok gue jadi curhat”, katanya 😀

Setelah beberapa lama sesi cerita-cerita, akhirnya udah tiba saatnya Mas Iwan ngisi seminar. Unlike pembicara-pembicara seminar lain yang kaku-kaku gitu, dia ngisi seminar kayak ngobrol. “Gue seneng diundang ke acara kampus karena gue pengen gamparin satu-satu lo semua disini. Lu masih muda, gunain masa muda lu sebaik mungkin”.

“Happiness tuh datang dan pergi. Suatu saat nanti lu akan pengen menemukan ‘meaning’ dalam hidup. Pada akhirnya, duit itu bukan segalanya. Perjuangan hidup lu untuk dapetin duit itu, untuk bisa mencapai apa yang lu pengen capai, itu yang bikin hidup lu happy. Oh and remember, people you meet randomly might even change your life”

Terakhir, gue pengen mengutip beberapa quote yang gue sampe catet di handphone biar ga lupa. Here they are:

 

“Anak-anak sekarang suka galau. THAT’S OKAY! Galau tells you that something needs to be fixed.”

“Lu boleh aja pinter dalam hal akademik, tapi smart in life itu ga bisa dipelajari Cuma dari bangku kuliah. Itu skill yang harus lu pelajarin secara bertahap”

“It’s time for us to make mistakes and learn from our mistakes”

“Terakhir nih ya pesen dari gue. Be nice to people. Dunia ini udah cukup keras tanpa lu harus bikin muka keras, hahaha”

😀

Gila gue sampe ngeblog sepanjang ini. Trust me, you’ll want to meet people like him. And in the next few days, months, or even years, gue akan terus memikirkan tentang hidup gue. What’s best about today: I’m starting to dream not of having a ‘successful’ life, but having a ‘meaningful’ life. His last remarks on my dream to become a CEO:

“Lu cari alasan yang kuat kenapa lu pengen jadi CEO. Jangan Cuma ‘gue mau jadi CEO’ terus beres. Lu niatin jadi CEO karena kalau lu udah punya power, banyak orang yang bisa lu bantu, banyak orang yang bisa lu buat hidupnya jadi lebih baik. Itu baru alasan keren kenapa lu mau jadi CEO”.

Terima kasih, Mas Iwan. You’re right, people you meet randomly might even change your life.

 

Written at the back of "9 Summers 10 Autumns" bookmark
Written at the back of “9 Summers 10 Autumns” bookmark

 

Author: mfaradina

An Indonesian. A reliable realist outside yet a romantic dreamer at heart.

3 thoughts on “The Encounter with Iwan Setyawan (9 Summers 10 Autumns)”

  1. Reblogged this on pojok monicantik : my corner to be free and commented:
    Okay so one of my best friend slash lady engineer soon to be got the fantastic opportunity to be Iwan Setiawan’s LO. You know, THE IWAN SETIAWAN, author of 9 Summers 10 Autumns. Read this post. It’s pretty thought provoking, especially for y’all twenty somethings out there.

    1. Haha indeed, I was very lucky 🙂
      Cerita bukbernya bagus btw, kayak lagi ngobrol ya bacanya hehe, jadi mau ikut bukber/gathering lain juga kalo ada kesempatan.
      Terima kasih atas komentarnya, salam kenal juga ya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s